mikrobakteria

April 7, 2008 - Leave a Response

Mikobakteria adalah bakteri aerob, berbentuk batang, yang tidak membentuk spora. Walaupun tidak mudah diwarnai, jika telah diwarnai bakteri ini tahan penghilang warna (dekolorisasi) oleh asam atau alkohol dan karena itu dinamakan basil “tahan asam”. Mycobacterium tuberculosis menyebabkan tuberculosis dan merupakan patogen yang sangat penting bagi manusia. Mycobacterium leprae menyebabkan lepra. Mycobacterium avium-intracellulare (kompleks M avian) dan mikobakteria apitik lain yang sering menginfeksi pasien AIDS, adalah patogen ortunistik pada orang-orang dengan fungsi imun yang terganggu lainnya, dan kadang-kadang menyebabkan penyakit pada pasien dengan sistem imun yang normal. Terdapat lebih dari 50 spesies Mycobacterium, antara lain banyak yang merupakan saprofit.

 

Mycobacterium tuberculosis

morfologi dan identifikasi

ciri khas organisme: dalam jaringan, basil tuberkel merupakan batang ramping lurus berukuran kira-kira 0,4X3 µm. Pada perbenihan buatan, terlihat bentuk kokus dan filamen. Mikobakteria tidak dapat diklasifikasikan sebagi gram positif atau gram negatif. Sekali diwarnai dengan zat warna basa, warna tersebut tidak dapat dihilangkan dengan alkohol, meskipun dibubuhi iodium. Basil tuberkel yang sebenarnya ditandai oleh sifat”tahan asam”-misalnya 95% etil alkohol yang mengandung 3% asam hidroklorida (asam alkohol) dengan cepat akan menghilangkan warna semua bakteri kecuali mikobakteria. Sifat tahan asam ini tergantung pada integritas struktur selubung berlilin. Teknik pewarnaan ziehl-neelsen dipergunakan untuk identifikasi bakteri tahan asam. Pada dahak atau irisan jaringan, mikobakteria dapat diperhatikan karena memberi fluoresensi kuning-jingga setelah diwarnai dengan zat warna fluorokrom (misalnya auramin, rodamin).

Biakan: perbenihan untuk biakan primer mikobakteria sebaiknya meliputi perbenihan nonselektif dan perbenihan selektif. Perbenihan selektif mengandung antibiotik untuk mencegah pertumbuhan berlebihan bakteri dan jamur. Terdapat tiga formulasi umum yang dapat dipergunakan untuk perbenihan selektif maupun nonselektif.

Perbenihan agar semisintetik: perbenihan ini (misalnya, middlebrook 7H10 dan 7H11) mengandung garam tertentu, vitamin, kofaktor, asam oleat, albumin, katalase, gliserol, glukosa, dan malasit hijau; perbenihan 7H11 mengandung juga hidrosilat kasein. Albumin menetralisir efek toksik dan efek penghambatan asam lemak dalam bahan atau perbenihan. Inokula yang besar menimbulkan pertumbuhan pada perbenihan dalam beberapa minggu. Karena inokula besar mungkin memerlukan perbenihan ini jadi mungkin kurang sensitif dari perbenihan lain untuk isolasi primer mikobakteria. Perbenihan agar semisintetik digunakan untuk pemantauan morfologi koloni, untuk uji kepekaan, dan dengan penambahan antibiotik sebagai perbenihan selektif.

Perbenihan telur tebal: perbenihan ini (misalnya lowenstein-jensen) mengandung garam tertentu, gliserol, dan substansi organik kompleks (misalnya telur segar atau kuning telur, tepung kentang, dan bahan-bahan lain dalam bentuk kombinasi). Malasit hijau dimasukan untuk menghambat bakteri lain. Inokulasi kecil dalam bahan yang berasal dari pasien akan tumbuh pada perbenihan ini dalam waktu 3-6 minggu. Dengan penambahan antibiotik, perbenihan ini digunakan sebagai perbenihan selektif.

Perbenihan kaldu: perbenihan kaldu (misalnya middlebrook 7H9 dan 7H12) mendukung proliferasi inokula kecil. Biasanya, mikobakteria tumbuh dalam bentuk kelompok atau sebagai sekelompok massa, akibat ciri khjas hidrofobik permukaan selnya. Jika ditambahkan tweens (ester asam lemak yang dapat larut dalam air), ini akan membasahkan permukaan, dan karena itu memudahkan penguraian pertumbuhan dalam perbenihan cair. Pertumbuhan seringkali lebih cepat dibandingkan pada perbenihan kompleks. Perbenihan 7H12 dengan penambahan antibiotik, suplemen, dan asam 14C palmitat adalah dasar untuk sistem biakan BACTEC untuk mikobakteria. Selama pertumbuhan mikobakteria menggunakan asam 14C palmitat, melepaskan 14CO2, yang terdeteksi oleh mesin. Biakan positif dapat dideteksi dengan sistem ini dalam waktu kurang lebih 2 minggu.

Siaft-sifat pertumbuhan: mikobakteria adalah aerob obligat dan mendapat energi dari oksidasi berbagai senyawa karbon sederhana. Kenaikan tekanan CO2 meningkatkan pertumbuhan. Aktivitas biokimianya tidak khas, dan laju pertumbuhannya lebih lambat dari kebanyakan bakteri lain. Waktu penggandaan basil tuberkel adalh sekitar 18 jam. Bentuk saprofit cenderung tumbuh lebih cepat, berkembangbiak dengan baik pada suhu 22-23oC, menghasilkan lebih banyak pigmen, dan kurang tahan asam dari pada bentuk yang patogen.

Reaksi terhadap faktor fisik dan kimia: mikobakteria cenderung lebih resisten terhadap faktor kimia dari pada bakteri yang lain karena sifat hidrofobik permukaan selnya dan pertumbuhan bergerombol. Zat-zat warna (misalnya hijau malakit) atau antibiotika (misalnya pinisilin) yang bersifat bakteriostatik terhadap bakteri lain dapat dimasukkan ke dalam perbenihan tanpa menghambat pertumbuhan basil tuberkel. Asam dan basa memungkinkan sebagian basil tuberkel yang terkena tetap hidup; sifat ini dipergunakan untuk memekatkan bahan pemeriksaan dari klinik dengan membunuh sebagian organisme lain yang mengkontaminasi. Basil tuberkel cukup resisten terhadap pengeringan dan dapat hidup lama dalam dahak yang kering.

Variasi: variasi dapat terjadi pada bentuk koloni, pembentukan pigmen, produksi faktor “cord”, virulensi, suhu pertumbuhan optimal, dan sifat-sifat sel atau sifat pertumbuhan lainnya.

Patogenisitas mikobakteria: Terdapat perbedaan yang jelas dalam hal kemampuan berbagai mikobakteria untuk menyebabkan lesi pada berbagai spesies inang. Manusia dan marmut sangat rentan terhadap infeksi Micobacterium tuberculosis, sedangkan unggas dan sapi bersifat resisten. Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis sama-sama patogenik terhadap manusia. Jalur infeksi (melalui sistem pernafasan atau saluran pencernaan) menentukan pola lesi. Di negara berkembang, Mycobacterium bovis sangat jarang ditemui. Beberapa mikobakterium “atipik” (misalnya Mycobacterium kansasii) menyebabkan penyakit manusia yang tidak dapat dibedakan dari tuberkulosis; bakteri lain (misalnya Mycobacterium fortuitumi) hanya menyebabkan lesi permukaan tau berperan sebagai oportunis.




jambu mete;

Maret 16, 2008 - Leave a Response

Meski musim mete sudah berlalu, tetapi masih menyisakan rasa ’sesak’ ketika teringat pembuangan buah mete saat berkunjung ke Mataram-Nusa Tenggara Barat. Rasanya tidak ingin hal ini terulang di kemudian hari.  Selama ini pemanfaatan jambu mete baru terbatas pada bijinya yang diolah menjadi kacang mete.
Buah mete dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah, manisan kering, selai, dan buah kalengan. Kulitnya mengandung cairan berwarna coklat yang dapat digunakan untuk bahan tinta, bahan pencelup, atau bahan pewarna. Selain itu, kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Daun jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap sedangkan daun yang tua digunakan untuk obat luka bakar.

Jambu mete (cashewnut) memiliki nama latin Anacardium occidentale, Linn.  Di Inggris jambu mete disebut Cashew. Sedangkan di Indonesia disebut jambu mente, atau lebih dikenal dengan sebutan jambu mete. Di beberapa daerah juga dikenal dengan nama lain, seperti di Lampung terkenal dengan gaju/gayu, di Sumatera Barat jambu erang/jambu monyet, di daerah Jawa Barat dijuluki Jambu Mede, dan beberapa daerah lainnya juga mempunyai nama khas sendiri.

Biji Mete

Biji mete dapat diolah menjadi kacang Mete. Rasa kacang mete gurih dan lezat sehingga cocok untuk makanan ringan (cemilan). Selain dapat dikonsumsi sebagai cemilan, kacang mete juga banyak dimanfaatkan untuk berbagai macam produk olahan seperti, campuran aneka produk bakery, campuran produk coklat, es krim, dan sebagainya. Karena banyaknya penggunaan dan citarasanya yang baik, kacang mete mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Kandungan kadar lemak yang cukup tinggi juga sangat berperan penting dalam peningkatan kadar energi dan cita rasa. Hal ini menyebabkan biji mete sangat enak dan lezat rasanya.

Mendengar makanan berlemak tinggi, sekilas membuat banyak orang khawatir. Khawatir akan kegemukan dan berbagai jenis penyakit yang dituding disebabkan oleh konsumsi lemak berlebihan. Namun, bila kita cermati komposisi lemak penyusun kacang mete, yang terdiri atas 18 persen asam lemak jenuh dan 82 persen asam lemak tidak jenuh, maka tidak perlu khawatir saat mengkonsumsinya, karena mayoritas lemaknya adalah lemak tidak jenuh.

Kadar asam lemak tidak jenuh tunggal (MUFA = monounsaturated fatty acids) jauh lebih banyak dibandingkan dengan asam lemak tidak jenuh ganda (PUFA = polyunsaturated fatty acids). Jenis MUFA yang paling dominan pada kacang mete adalah asam lemak omega 9, yaitu oleat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa MUFA memiliki peran penting dalam meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) dan menurunkan kolesterol LDL (kolesterol jahat), sehingga sangat baik untuk menekan terjadinya penyakit jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Sedangkan jenis PUFA yang paling dominan adalah asam lemak omega 6, yaitu asam linoleat. Asam lemak omega 6 juga memiliki peran penting dalam menjaga profil kolesterol darah agar tetap normal.

Buah mete

Selama ini buah mete masih belum banyak dimanfaatkan, bahkan tidak dimanfaatkan sama sekali. Hal ini disebabkan karena citarasa yang kurang disukai seperti rasa sepat dan sering membuat getir tenggorokan. Padahal kandungan gizi buah jambu mete sangat bagus, yaitu mengandung riboflavin (vitamin B2), asam askorbat (vit. C), dan kalsium serta senyawa aktif yang diketahui dapat mencegah penyakit kanker, dan disinyalir dapat menyembuhkan tumor. Kandungan vitamin C pada buah mete cukup tinggi mencapai 180 mg/100 g.

Rasa sepat buah mete

Rasa sepat buah mete disebabkan karena adanya senyawa tanin dan senyawa alkaloid yang tinggi. Pada saat buah mete dikonsumsi akan terbentuk ikatan silang antara tanin dengan protein atau glikoprotein di rongga mulut sehingga menimbulkan perasaan kering dan berkerut.
Peningkatkan citarasa sari buah mete ini dapat dilakukan dengan pengolahan yang sesuai dengan sifat dan karakteristik buah mete, disertai dengan penambahan bahan-bahan lainnya. Tahap terpenting dalam pengolahan ini adalah menghilangkan atau mengurangi rasa sepat yang disebabkan oleh tanin.

Beberapa penelitian yang sudah dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi rasa sepat, adalah :

- Pertama, pemberian uap panas dan pemasakan dalam larutan garam.  Pemberian uap panas pada tekanan 5 psi selama 5 menit serta pemasakan buah dalam larutan garam 2% selama 30-40 menit.  Kombinasi kedua cara di atas bisa mengurangi rasa sepat dengan cukup baik, akan tetapi pemasakan dalam larutan garam menghasilkan sari buah yang berasa asin dan kehilangan cita rasa khasnya.

- Kedua, penambahan larutan gelatin. Larutan gelatin sebanyak 5% ditambahkan dalam sari buah dan dibiarkan selama 10-15 menit hingga endapan terbentuk. Cairan jernih dipisahkan dan dicampur dengan filter aid (0.2 % supercell) kemudian disaring dengan penyaring bertekanan hingga didapatkan sari buah jernih.

- Ketiga, dengan pengukusan. Buah mete dipotong berbentuk belahan dan dikukus selama 5 menit menghasilkan penurunan kadar tanin sebesar 59.38 %. Penambahan kombinasi asam sitrat 1500 ppm dan asam askorbat 500 ppm menghasilkan sari buah mete dengan kadar vitamin C 50,50 mg per 100 ml.

- Keempat, pengendapan dengan putih telur atau albumin. Putih telur atau albumin mengandung protein yang cukup tinggi. Protein yang terkandung dalam telur merupakan protein berkualitas terbaik dan dianggap mempunyai nilai biologi 100. Albumin telur biasa digunakan untuk mengurangi rasa sepat pada anggur merah dengan menurunkan kadar tanin. Albumin telur juga dapat digunakan untuk menjernihkan sirup, sup, dan jelly, karena kemampuannya untuk berkoagulasi. Albumin telur dapat terkoagulasi oleh asam dan juga panas. Kisaran suhu mulai terjadinya koagulasi adalah 63ーC, dan mulai sempurna pada suhu 71ーC. Tepung putih telur adalah tepung yang dibuat dari cairan puith telur.

Industrialisasi Sari Buah Mete

Di Brazil, sari buah jambu mete merupakan minuman fungsional yang sudah memasyarakat dengan baik. Hal ini tak lepas dari kemampuan teknologi pengolahan yang dapat mengurangi citarasa yang tidak disukai dengan tetap mempertahankan komponen bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Teknologi yang digunakan untuk mengolah sari buah jambu mete adalah teknik pengawetan dengan proses termal (panas) dan penambahan bahan-bahan lainnya yang bisa meningkatkan citarasa dari sari buah mete.

Pengembangan industri minuman sari buah mete diharapkan dapat lebih meningkatkan nilai tambah pengembangan perkebunan mete, yang selama ini masih mengandalkan biji metenya saja.  Diharapkan dalam jangka panjang pengembangan industri ini dapat meningkatkan ekonomi lokal.
Proses pembuatan sari buah mete bisa dilakukan dua tahap yaitu pengolahan pasta dan pengolahan sari buah. Pengolahan pasta diharapkan dapat mengolah buah semu jambu mete saat panen raya. Dimana pasta didisain untuk dapat awet pada suhu ruang, sehingga dapat dipakai untuk bahan baku industri sari buah mete sepanjang tahun.

Pengolahan sari buah mete dapat dilakukan baik dari buah segar maupun dari pasta mete. Hal ini bisa didisain pada saat panen buah mete menjadi pasta dan sari buah. Sedangkan pada saat tidak panen, sari buah mete dapat diproduksi dari pasta jambu mete. Secara garis besar pengolahan pasta dan sari buah mete adalah sebagai berikut:

Pemisahan biji dan buah semu, sortasi, pencucian, penghancuran, penyaringan, penambahan bahan tambahan pangan, pemasakan dan pengemasan (lihat Gambar 1) .

Pengembangan industri pengolahan buah mete sebaiknya tidak terlalu jauh dari sentra jambu mete, hal ini dilakukan untuk menjaga mutu buah mete yang mudah browning (pencoklatan) dan tentunya menekan biaya produksi dan distribusi. Investor dan inventor, perlu kerjasama baik, untuk menumbuhkan industri ini, selain tentunya dukungan penuh dari pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Daerah tempat sentra jambu mete berada.

Satu hal lagi yang tidak boleh terlewatkan, perlu edukasi yang baik kepada konsumen tentang manfaat dan keunggulan dari sari buah mete. Jika tidak, maka akan muncul masalah baru dalam pemasarannya.

doni lulus ujian awal

Maret 16, 2008 - Leave a Response


(dok.tim Yamaha Pertamina Indonesia)

Losail – Doni Tata berhasil mencapai garis finis di lomba kelas 250cc GP Qatar. Satu-satunya wakil Indonesia itu melewati ujian awalnya di ajang balap motor tingkat dunia.

Dalam balapan malam yang digelar di Sirkuit Losail, Qatar, Senin (10/3/2008) dinihari WIB, Doni menyelesaikan lomba di peringkat 17. Meski di posisi buncit, remaja 18 tahun itu masih lebih baik dari enam pembalap lain yang tidak finis.

Dari rilis yang diterima detiksport dari Team Yamaha Pertamina Indonesia, sebelum start kelas 250cc, Doni mendapatkan suntikan semangat dari ratusan warga Indonesia yang datang ke Losail. Bendera “Merah Putih” terlihat dikibarkan di tribun.

Duta Besar Indonesia untuk Qatar Rozy Munir, beserta istri, juga terlihat mengujungi pit Yahama Pertamina untuk memberi dukungan moral untuk anak kelahiran Sleman, Yogyakarta, itu.

Doni pun merasa perlu berterimakasih dengan datangnya dukungan untuk dirinya. “Sangat menyenangkan berada di grid dengan banyak orang Indonesia di tribun utama dan mendukung saya. Itu sangat memacu saya,” ujar pemuda 18 tahun tersebut.

“Saya berhasil melakukan start yang cukup bagus. Tapi kemudian saya tak sengaja menginjak persneling dan membuatnya masuk ke gigi 2 terlalu cepat. Putaran mesin turun dan beberapa pembalap melewati saya di tikungan pertama,” tutur Doni menceritakan pengalamannya.

“Tapi mereka pasti akan menyusul saya di kemudian waktu. Saya membalap sendirian. Bagaimanapun saya senang bisa menyelesaikan balapan ini,” girang Doni.

Kegembiraan serupa juga ditunjukkan oleh Franz-Josef Schlogl, direktur teknis tim Yamaha Pertamina Indonesia.

“Kami semua senang motor berjalan baik dan Doni menjalani lomba yang bagus. Fakta bahwa dia tidak di-overlap oleh pembalap di depan menunjukkan Doni melakukan pekerjaannya dengan baik,” cetus Schlogl.

Hasil yang diraih kali ini menjadi bukti kesuksesan Doni melewati ujian awal rangkaian balap kelas 250cc tahun 2008. Di seri berikut di Jerez, Spanyol, 30 Maret, Doni diharapkan mampu memperbaiki penampilannya.

“Jelas dia harus belajar banyak, sama seperti kami dalam mengembangkan motor. Kami harus sabar dan melakukannya langkah demi langkah. Finis di sebuah GP selalu menyenangkan,” tutup Schlogl.

rossi bikin dovizioso menangis

Maret 16, 2008 - Leave a Response



AFP/Karim Jaafar

Losail – Dibanding Jorge Lorenzo yang juga debutan, apa yang diraih Andrea Dovizioso jelas kalah. Tapi dia sudah cukup senang dan bahkan sampai menangis dengan Valentino Rossi sebagai penyebabnya.

Dengan posisi start sembilan, mungkin tak banyak yang menaruh perhatian pada Dovizioso. Apalagi pada saat bersamaan Lorenzo dan James Toseland yang juga berstatus debutan mampu merengkuh pole position dan posisi kedua.

Di sepanjang balapan pun pembalap Italia berusia 22 tahun itu juga tak terlalu menarik perhatian. Baru pada lap terakhir Dovizioso menunjukkan kualitasnya saat dia terlibat duel sengit dengan Valentino Rossi memperebutkan posisi keempat.

Setelah beberapa kali saling susul, Dovizioso akhirnya mampu berada di depan Rossi saat menyentuh garis finish. Inilah yang kemudian membuat pembalap tim JiR Team Scot itu sampai menitikkan air mata.

“Itu hasil yang terlalu bagus. Saya sampai menangis,” ungkap Dovizioso usai balapan seperti diberitakan Autosport, Senin (10/3/2008).

Duduk di posisi empat, Dovizioso cuma tertinggal 2,6 detik dari Dani Pedrosa yang menjadi penghuni terakhir podium. Menyesal tidak naik podium?

“Pedrosa mampu menjaga jarak, tapi berada di depan Valentino sudah bagus buat saya. Kaki sudah melakukan pekerjaan yang hebat. akhir pekan ini kami menghadapi masalah, tapi saat balapan semua berjalan lancar dan apa yang sudah kami lakukan di musim panas lalu sangat bermanfaat kali ini,” tutup runner up kelas 250cc musim lalu itu. (din/din)

Hello world!

Maret 12, 2008 - One Response

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!